ideologi dan fakta

seseorang memang terkadang memiliki ideologi yang tertanam dalam dirinya. seolah menjadi prinsip dan berakibat pada setiap pemikiran. namun, terkadang kenyataan berkata beda. dan saat itulah kita harus memaksakan diri menjadi yang paling fleksibel.

suatu filosofi hidup hendaklah juga bersifat lunak, dalam arti tidak kaku dan memiliki pemikiran yang logis di luar perkataan hati.

apa yang sudah anda lihat saja belum tentu benar. apalagi anda tidak melihatnya sendiri. tiada beda dengan apa yang anda pikirkan, dan rasakan tentang sesuatu hal. jangan menghakimi.  karena ketika anda merasa tahu, mungkin andalah yang paling tidak tahu. jika anda merasa mengerti, kemungkinan pengertian anda tidak sama.

jadi orang baik memang tidak mudah, apalagi orang benar.

3 Responses to “ideologi dan fakta”

  1. sisca Says:

    uhmmmm…oi bijaksana banget ngomong na…
    tapi ati2 oi, ngomong n tindakan itu beda. ngomong jauh lebih mudah daripada bertindak.
    okey, God bless…^^

  2. Oei Says:

    saya setuju sis, ngomong emang ngampang daripada ngelakuin…

  3. nobody Says:

    MEnanggapi kedua respon yg udah ada :

    OLeh karena itu mikir dlu sebelum ngmng kira2 bisa bertindak seperti yang AKAN

    diomongkan ato ngak. manusia kebanyakan dan lebih mudah berteori daripada praktek.

    kudu komitmen.

    nah,,,,komitmen akan perkataan n tindakan juga kudu konsisten,,

    istilah memaksakan diri menjadi FLeksibel sy kurang setuju
    karena,,.
    fleksibel itu PILIHAN!!! bukan dipaksa karena situasi…

Leave a Reply