ideologi dan fakta
seseorang memang terkadang memiliki ideologi yang tertanam dalam dirinya. seolah menjadi prinsip dan berakibat pada setiap pemikiran. namun, terkadang kenyataan berkata beda. dan saat itulah kita harus memaksakan diri menjadi yang paling fleksibel.
suatu filosofi hidup hendaklah juga bersifat lunak, dalam arti tidak kaku dan memiliki pemikiran yang logis di luar perkataan hati.
apa yang sudah anda lihat saja belum tentu benar. apalagi anda tidak melihatnya sendiri. tiada beda dengan apa yang anda pikirkan, dan rasakan tentang sesuatu hal. jangan menghakimi. karena ketika anda merasa tahu, mungkin andalah yang paling tidak tahu. jika anda merasa mengerti, kemungkinan pengertian anda tidak sama.
jadi orang baik memang tidak mudah, apalagi orang benar.
June 5th, 2007 at 6:12 pm
uhmmmm…oi bijaksana banget ngomong na…
tapi ati2 oi, ngomong n tindakan itu beda. ngomong jauh lebih mudah daripada bertindak.
okey, God bless…^^
June 14th, 2007 at 9:15 am
saya setuju sis, ngomong emang ngampang daripada ngelakuin…
September 12th, 2008 at 4:26 am
MEnanggapi kedua respon yg udah ada :
OLeh karena itu mikir dlu sebelum ngmng kira2 bisa bertindak seperti yang AKAN
diomongkan ato ngak. manusia kebanyakan dan lebih mudah berteori daripada praktek.
kudu komitmen.
nah,,,,komitmen akan perkataan n tindakan juga kudu konsisten,,
istilah memaksakan diri menjadi FLeksibel sy kurang setuju
karena,,.
fleksibel itu PILIHAN!!! bukan dipaksa karena situasi…